Hujan rintik-rintik di luar. Meniriskan nuansa kelabu.
Ada terang lampu jalanan mengiringi tetesnya jatuh ke bumi.
Butiran butiran itu seperti menari pelan di udara malam yang terasa humid.
Dan aku hanya berdiri menatap lekat.
Seperti terbawa ke suatu masa ke tanah kanak-kanakku.
Di balik jendela kamar, selalu kutatap untaian jatuhnya.
Dan kuhirup bau tanah basah, masuk pelan ke relung memoriku.
Aku rindu lihat hijau legit kebun basahku.
Tik, tik, tik, bunyi hujan di atas genting,
airnya turun tidak terkira ....
No comments:
Post a Comment