Aku tadi jalan di sekitar Justice Ave, di bawah kuningnya sinar lampu malam.
Aku cuma mau beli sekotak susu buat Dylan.
Tubuhku semakin berat sekarang, dan itu yang membuat langkahku jadi lebih pendek dan perlahan.
Kusadari dari semakin jauhnya beda orang yang menyalipku.
Nggak ada lagi yang namanya jalan ala New Yorker, alias gerak cepat itu.
Dan langkahku yang tersendat itu justru tiba-tiba membuatku terkenang.
Aku terkenang malam-malam di daerah Mendut, biasanya menjelang Mei dengan adik-adiku.
Kami suka jalan-jalan di sekitar candi Mendut.
Rame-rame, sambil liat-liat kalo ada tahu goreng atau singkong yang bisa dibeli.
Di bawah lampu kuning remang-remang, dengan latar aspal.
Kenapa aku alami dejavu ini?
Lalu aku jadi bertanya, apa bedanya New York dengan Mendut kalo sudah begini?
Ternyata nggak jauh beda.
Apalagi ketika aku mendongak, di atas sana ada bulan penuh keemasan.
Cantik sekali.
How are you bros? I miss our childhood.
No comments:
Post a Comment