Wednesday, December 22, 2004

Hari Ibu

These days, ada "teroris" yang keliaran di website ibu²-baby². Dari komentar yang kelihatannya cuman iseng, misalnya kayak ngata²in babynya jelek, ibunya jelek, ini jelek, itu jelek, ...(lho, kok jadi kesetanan ngatain semua orang jelek? Lama² korbannya si "teroris" ini makin banyak, dan ngomongnya pun mulai aneh². Berbau SARA, profanity language, sexual harrasment dll.

Di Indonesia, tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Lho kok topiknya Hari Ibu malah ngomongin si teroris ini? Sebentar, sabar, ... entar akan keliatan ada konteksnya.

Gue jadi salah satu korban, waktu baca kesel sekali. Bahasanya kasar, kampungan, norak...
I want to get it out of my system, so I think the better way to do it is by using psycho-analysis (uh, oh .. and because he's a psycho).

Aku jadi berpikir ...

Kenapa ya dia kok bisa kayak gitu?
What's wrong with him?
Why is he so mean and intolerant?

Kok he? bukan she?
Karena dia bilang gini: "AI per-ko-sa mau nggak kamu"

What a moron* asked a question like that?
*mo·ron (môrn)n.
A person of mild mental retardation having a mental age of from 7 to 12 years and generally having communication and social skills enabling some degree of academic or vocational education. The term belongs to a classification system no longer in use and is now considered offensive.


Hipotesisku ... orang ini kurang kasih sayang ibu.
Kenapa?
So far dia menyerang websitenya ibu dan anak. Dia nggak punya respect sama sekali sama ibu² dan baby² ini. .
Coba dipikir, orang (laki²) yang hormat dan sayang sama ibunya akankah pernah mengata-ngatai perempuan (apalagi seorang ibu) dengan kata² kasar seperti itu?
He doesn't like his mother, or worse he hates her.

Yang jelas, ibunya salah didik karena anaknya jadi sampai kayak gini. Saking kurang kerjaannya, dia online kemana² ninggalin jejak yang nggak enak. Dia cari kepuasan dengan menghina sana, hina sini, ... why? because it makes him empowered. It makes him feel good about himself.

Yang dia tidak sadari, it's just an empty feeling ...

Aku percaya, bahwa pengaruh orangtua dalam perkembangan sosial dan kejiwaan anak merupakan faktor utama. Seperti kata Khalil Gibran, anak yang dibesarkan dalam kasih sayang akan jadi orang yang penuh kasih. Jika ia dibesarkan dalam kebencian, hidupnya pun penuh dengan benci.

Jika kau tak pernah merasakan lembutnya kasih ibu ... hatimu keras.
Dinding hatimu beku ...
Suatu hari nanti, saat kedua tanganmu menimang sendiri bayimu, lembut kulitnya, ringkih tubuhnya, ... baru kau tahu apa arti cinta .. Itu permata terindah dalam genggamanmu.

Until then, you'll just never know .... you just don't know that feeling.
But I really hope you'll know.

No comments: