Wednesday, February 09, 2005

Cinta oh Cinta


Ternyata cinta itu nggak gampang ya. Yang dulu rasanya cinta, setelah hidup bertahun-tahun, perasaan itu bisa hilang. Sebabnya bisa macem-macem. Tapi rasanya yang paling utama adalah nggak bisa mengungkapkan keinginan kita pada pasangan, dan dua belah pihak nggak mau berkompromi untuk tujuan tersebut.

Memang di dunia ini nggak ada yang gampang. Masak urusan cinta aja bisa sampe segitu susahnya. Kadang gue heran dan bertanya-tanya, bener nggak sih istilah Soulmate itu?
Karena dikeseharianku ... aku lihat sekelilingku, mereka yang sudah berumahtangga, tidak ada satupun yang totally bener-bener bahagia 100%. Padahal jaman remaja dulu, aku suka baca novel-novel romance yang isinya wooow banget. Si cowok cintaaaaa banget, dan gitu pula sebaliknya. Sampe mereka mau melakukan apa saja demi pengorbanan cinta.

Mungkin karena ditulis di buku, jadi lebih gampang menelaah (aside that the story is fiction). Sedangkan kalo orang melewati hari demi hari tanpa ada didokumentasi, hal-hal kecil yang indah atas nama cinta itu jadi terlupakan. Sementara manusia sendiri punya kecenderungan untuk mengingat hal-hal yang lebih menyedihkan daripada menyenangkan. Salah satu bukti keterbatasan memory manusia.

Kayaknya Soulmate itu terlalu dilebih-lebihkan. Sama seperti kalau kita nggak punya dan ingin sesuatu. Misalnya kita pingin makan steak yang lezaaaat banget. Kadang-kadang, memory kita akan enaknya steak itu jadi melebih-lebihkan rasa aslinya. Jadi ngiler, lidah dikecap-kecapin .. ah kok enak banget kayaknya ya?? .. Padahal kalo udah makan (dan setelah selesai makan) yah gitu-gitu aja. Apakah kita jadi super duper happy? ehm... kalo kenyang sih iya kali ya (hehehe ..).

Sama dengan soulmate, .. itu adalah ide/bayangan indah kita tentang sesuatu dalam hidup ini. Pasangan jiwa .. duh, bayangin ... kata-katanya aja bagus banget dengernya. Memang sih kita suka denger, baca atau lihat di media tentang 2 orang yang merasa bahwa mereka masih saling cinta setelah puluhan tahun kawin. Pegangan tangan, gandengan tangan, berciuman.

Indah, ... betul.
Seneng liatnya? .. jelaslah.
Iri? ... ehhm, agak dong!


Tapi tentu saja perjalanan mereka menjadi Soulmate itu nggak dalam rentang waktu 1 malam aja. Bertahun-tahun, bahkan puluhan dan .. dalam kurun waktu itu ada perselisihan, kesalahpahaman, making up (baekan), slamming the door, lempar piring (atau apa aja), bentak-bentakan ... kebayang kan kira-kira gimana? Nah, jadi mulai kerasa kayak kehidupan nyata kan?

Jadi memang hidup ini YIN YANG (balance). Yang satu menyeimbangkan yang lain. Dan memang lebih susah prakteknya daripada cuman ngomonginnya. Karena GENGSI kadang mengalahkan cinta. Walaupun kadang perlu juga. Terutama kalau dalam relationship itu nggak balance, alias yang satu mau berusaha sementara pihak yang satunya lagi dedel.

Cinta itu harusnya membuatmu ringan bukan lelah.

If you do it with love, you don't feel like it's a job. (Isn't it? .. especially for a relationship or marriage)

P.S For someone out there: I don't always pray every night, but I do now for both of you to be happy again.

No comments: